Ada saatnya dimana semua orang harus tahu bahwa kenyataan kadang memang lebih pahit daripada yang dibayangkan. Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.. Panggil saja saya "Ana" saya seorang pelajar SMP yang dikaruniai bakat bernyanyi. 2 tahun lalu pada bulan Desember saya menemukan partner saya dalam bermusik. Kita berlatih sebisa mungkin setiap hari demi hanya tampil di depan sekolah saat pembagian rapor, hari terakhir sebelum kita tampil saya masih ingat sekali bagaimana rasanya puas, lega, bahagia, dan selalu tetap ingin bersama mereka..
1 tahun kemudian keadaan berubah, bukan karena saya ataupun 2 teman saya yang lain. Beberapa bulan lalu mereka sempat tampil di depan sekolah tanpa saya dan 2 teman saya yang lain. Aneh memang tapi saat itu saya tidak terlalu emosional. Terakhir adalah ketika 2 minggu lagu saat ada acara disekolah mereka tampil kembali tanpa saya dan disitu guru pembimbing saya dulu bertanya pada saya tentang hobi saya untuk bernyayi.
Pada saat itu pula saya dan batin saya terasa tertekan sangat tertekan entah apa itu tapi yang pastinya sakit dan saya pun tak kuasa menahan air mata. Dan sejak saat itu pula saya mulai tidak mengugumi hal-hal tentang musik terlalu dalam. Karena saya terlalu kecewa
Dengan semua hal itu saya hanya ingin mereka tahu bahwa saya bersama mereka bukan hanya sekedar status. Tapi, saya benar2 menghargai apa yang selama itu terjadi. Terimakasih telah tidak beranggapan saya ada lagi, ada yang lebih baik memang. Tapi sudahlah, takdir berkata lain
Adaptasi kisah nyata
- Diana Alfarizqi

0 komentar:
Posting Komentar