LUKISAN KOLASE

0

Seni lukis Kolase adalah sebuah cabang dari seni rupa yang meliputi kegiatan menempel potongan-potongan kecil berbagai macam benda seperti potongan kertas, kain, kaca logam atau kain yang  direkatkan pada suatu permukaan sehingga membentuk sebuah desain atau rancangan tertentu.

Ada yang berpendapat bahwa, seni lukis kolase adalah kreasi aplikasi yang di buat dengan menggabungkan teknik melukis dan menempel (sumanto). Sedangkan pendapat lain mengatakan bahwa Seni lukis kolase adalah melukis dengan cara menempel atau melekat (Tim Bima Guru). Dengan kata lain, kolase adalah suatu karya seni rekat-merekat. 

Dalam seni lukis kolase bentuk asli dari material yang digunakan harus tetap terlihat, jadi kalau menggunakan kerang-kerangan atau potongan-potongan foto, benda bekas, material tersebut harus masih dapat dikenali bentuk aslinya walau sudah dirakit menjadi satu kesatuan.

Sejarah seni lukis kolase berkembang pesat di Venice, Italia, kira-kira pada abad 17. selanjutnya seni ini kian berkembang di Perancis, Inggris, Jerman dan kota-kota lain di Eropa. Seni lukis Kolase menjadi media yang digemari kalangan seniman disebabkan keunikan tampilannya yang menuntut kreativitas tinggi. Pelukis Pablo Picasso, Georges Braque dan Max Ernst terkenal dengan karya lukis memakai teknik kolase kertas, kain dan berbagai objek lainnya.

KAMERA GO PRO

0

Kamera GoPro adalah:
Pada dasarnya, Gopro merupakan action camera, yaitu kamera yang digunakan untuk aktivitas luar ruangan. Meski demikian, tak jarang orang juga menggunakannya di dalam ruangan. Yang pasti, kamera aksi ini sangat cocok digunakan untuk orang yang suka berpetualang dan olahraga outdoor, seperti sepeda, motorcross, surfing, terjun payung dan lain sebagainya. Perbedaannya dengan kamera biasa terletak pada daya tahannya pada goncangan, air, tekanan dan cuaca ekstrim. Selain itu, kamera Gopro juga memiliki segudang aksesoris tambahan untuk mendukung penggunaannya.
GoPro bisa dianggap sebagai pelopor kamera jenis ini. Tak heran jika ia kemudian menjadi pionir berkat kualitas dan kehandalannya. GoPro merupakan action kamera paling laris saat ini di seluruh dunia. Bahkan, GoPro merupakan perusahaan yang sudah go public dengan nilai aset yang luar biasa besar meski produknya hanya kamera saja.
Mirip dengan smartphone Android atau iPhone, kamera GoPro memiliki versi yang terus diperbaharui secara berkala. Nama produk utamanya adalah GoPro Hero yang saat ini sudah masuk ke versi GoPro Hero 4.
Kelebihan GoPro
– Bentuk kamera yang kecil, nyaman untuk diletakan dimana saja
– Kualitas video sangat baik
– Terdapat aplikasi Android/iPhone untuk mengontrol kamera GoPro via koneksi Wi-Fi
– Tahan goncangan dan anti air
Mengapa Membeli GoPro?
Jika Anda adalah antusias outdoor yang senang merekam aktivitas yang dilakukan, maka GoPro merupakan pilihan yang paling oke. Anda tak akan pernah menyesal memilikinya! Daya tahan, desain, fitur dan hasil berkualitas tinggi merupakan yang terbaik!
Dimana membeli GoPro?
Meski di negara asalnya dan berbagai negara maju kamera GoPro sangat mudah ditemukan, di tanah air keberadaan GoPro belum terlampau banyak. Bahkan Anda akan sangat sulit menemukan kamera ini di toko biasa. Jika ada pun, harganya cenderung mahal karena kelangkaannya.

Bandung Lautan Api

0

Peristiwa: Bandung Lautan Api
Tanggal: 23 Maret 1946
Lokasi: Bandung
Hasil: Tentara Rakyat Indonesia mundur dari Bandung
Pihak yang terlibat: Indonesia & Inggris
Komandan: Muhammad Toha Brigadir MacDonald

Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 23 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Latar belakang:

Pasukan Inggris bagian dari Brigade MacDonald tiba di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1945. Sejak semula hubungan mereka dengan pemerintah RI sudah tegang. Mereka menuntut agar semua senjata api yang ada di tangan penduduk, kecuali TKR dan polisi, diserahkan kepada mereka. Orang-orang Belanda yang baru dibebaskan dari kamp tawanan mulai melakukan tindakan-tindakan yang mulai mengganggu keamanan. Akibatnya, bentrokan bersenjata antara Inggris dan TKR tidak dapat dihindari. Malam tanggal 21 November 1945, TKR dan badan-badan perjuangan melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Inggris di bagian utara, termasuk Hotel Homann dan Hotel Preanger yang mereka gunakan sebagai markas. Tiga hari kemudian, MacDonald menyampaikan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat agar Bandung Utara dikosongkan oleh penduduk Indonesia, termasuk pasukan bersenjata.

Ultimatum Tentara Sekutu agar Tentara Republik Indonesia (TRI, sebutan bagi TNI pada saat itu) meninggalkan kota Bandung mendorong TRI untuk melakukan operasi "bumihangus". Para pejuang pihak Republik Indonesia tidak rela bila Kota Bandung dimanfaatkan oleh pihak Sekutu dan NICA. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia, pada tanggal 23 Maret 1946[2]. Kolonel Abdoel Haris Nasoetion selaku Komandan Divisi III TRI mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan evakuasi Kota Bandung.[butuh rujukan] Hari itu juga, rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota Bandung dan malam itu pembakaran kota berlangsung.

Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat setempat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakan Bandung sebagai markas strategis militer. Di mana-mana asap hitam mengepul membubung tinggi di udara dan semua listrik mati. Tentara Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Pertempuran yang paling besar terjadi di Desa Dayeuhkolot, sebelah selatan Bandung, di mana terdapat gudang amunisi besar milik Tentara Sekutu. Dalam pertempuran ini Muhammad Toha dan Ramdan, dua anggota milisi BRI (Barisan Rakjat Indonesia) terjun dalam misi untuk menghancurkan gudang amunisi tersebut. Muhammad Toha berhasil meledakkan gudang tersebut dengan dinamit. Gudang besar itu meledak dan terbakar bersama kedua milisi tersebut di dalamnya. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota, tetapi demi keselamatan mereka, maka pada pukul 21.00 itu juga ikut dalam rombongan yang mengevakuasi dari Bandung. Sejak saat itu, kurang lebih pukul 24.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Tetapi api masih membubung membakar kota, sehingga Bandung pun menjadi lautan api.

Pembumihangusan Bandung tersebut dianggap merupakan strategi yang tepat dalam Perang Kemerdekaan Indonesia karena kekuatan TRI dan milisi rakyat tidak sebanding dengan kekuatan pihak Sekutu dan NICA yang berjumlah besar. Setelah peristiwa tersebut, TRI bersama milisi rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. Peristiwa ini mengilhami lagu Halo, Halo Bandung yang nama penciptanya masih menjadi bahan perdebatan.

Beberapa tahun kemudian, lagu "Halo, Halo Bandung" secara resmi ditulis, menjadi kenangan akan emosi yang para pejuang kemerdeka